TIMESINDONESIA.MY.ID - Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, upaya pencarian korban terus dilakukan dengan berbagai metode. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengerahan unit anjing pelacak atau K-9 oleh Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur.
Anjing-anjing terlatih ini memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi keberadaan manusia di bawah reruntuhan material bangunan. Keberadaan mereka diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan evakuasi korban yang mungkin masih tertimbun pasca bencana.
"Unit K-9 dari Polsatsatwa turut diperbantukan untuk membantu pencarian korban yang kemungkinan tertimbun material bencana," demikian disampaikan oleh Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan teknologi dan keterampilan hewan dalam operasi kemanusiaan ini.
Selain mengerahkan anjing pelacak, Polda NTT juga telah membentuk dan mengoperasikan satuan tugas (satgas) terpadu. Pembentukan satgas ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas penanganan bencana alam yang terjadi di wilayah Nagekeo.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen Polda NTT untuk memastikan bahwa seluruh proses tanggap darurat dapat berjalan dengan efektif. Koordinasi yang baik dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
"Hal itu dilakukan untuk memastikan proses tanggap darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan profesional, dengan keselamatan serta keamanan masyarakat sebagai prioritas utama," jelas Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko. Penekanan pada keselamatan dan keamanan warga menjadi fokus utama dalam setiap tindakan penanganan bencana.
Pengerahan anjing K-9 ini merupakan bagian dari upaya komprehensif Polda NTT dalam merespons dampak gempa bumi yang signifikan. Keahlian khusus yang dimiliki oleh anjing pelacak diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal dalam pencarian korban.
Dengan adanya bantuan unit K-9, tim SAR gabungan diharapkan dapat menjangkau area yang sulit diakses dan memberikan harapan baru bagi keluarga korban yang masih menanti kabar. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam upaya penyelamatan.
Polda NTT berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang layak. Upaya ini melibatkan berbagai elemen, termasuk personel terlatih dan teknologi terkini.