TIMESINDONESIA.MY.ID - Aritmia, atau gangguan pada irama jantung, merupakan kondisi medis yang memerlukan perhatian serius karena potensi risikonya yang mengancam jiwa. Gangguan ini dapat menjadi pemicu utama terjadinya henti jantung mendadak, sebuah keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Kondisi henti jantung mendadak menjadi aspek paling mengkhawatirkan dari aritmia. Hal ini diungkapkan oleh dr. Simon Salim, SpPD-KKV, seorang Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Kardiovaskular di Brawijaya Hospital.
"Yang paling menakutkan itu adalah henti jantung mendadak," ujar dr. Simon Salim, menekankan betapa berbahayanya kondisi ini.
Bagi sebagian individu yang memiliki kerentanan terhadap aritmia yang berbahaya, henti jantung mendadak justru bisa menjadi deteksi awal. Sinyal pertama ini seringkali baru teridentifikasi saat mereka pertama kali menjalani pemeriksaan medis.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan gejala aritmia, meskipun seringkali tidak kentara. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kondisi henti jantung mendadak merupakan konsekuensi paling serius dari aritmia yang tidak terkontrol. Ketidaknormalan irama jantung dapat mengganggu fungsi pompa jantung secara drastis.
"Yang paling menakutkan itu adalah henti jantung mendadak," kata dr. Simon Salim, seorang Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Kardiovaskular di Brawijaya Hospital.
Menurut dr. Simon Salim, bagi sebagian individu yang rentan terhadap aritmia berbahaya, henti jantung mendadak justru bisa menjadi sinyal pertama yang terdeteksi. Deteksi ini seringkali terjadi saat mereka pertama kali berinteraksi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan.
Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, aritmia adalah kelainan irama jantung yang potensial memicu henti jantung mendadak, sebuah situasi darurat yang mengancam nyawa.