TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tampil sebagai arsitek utama di balik penyusunan Lampiran Pidato (Lampid) Presiden RI tahun 2026. Peran Bappenas sangatlah fundamental dalam merumuskan arah pembangunan nasional.

Penyusunan Lampid ini bukan sekadar rutinitas administratif tahunan belaka. Dokumen ini memuat gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan pembangunan nasional yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Dokumen tersebut juga menjadi bagian integral dari tahapan strategis menuju Visi Indonesia Emas 2045. Implementasinya kemudian dijabarkan lebih lanjut melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan.

Dalam kerangka besar tersebut, Bappenas menerjemahkan "Asta Cita" atau delapan cita-cita pembangunan menjadi Prioritas Nasional. Hal ini menjadi penentu arah kebijakan dan fokus utama dalam setiap program pembangunan.

Tahun 2026 mendatang akan menjadi fase krusial untuk menggenjot akselerasi transformasi di berbagai sektor vital. Ini mencakup transformasi ekonomi, pangan, energi, dan industri.

"Tahun 2026 menjadi fase penting untuk mempercepat transformasi ekonomi, pangan, energi, dan industri," demikian Bappenas menjelaskan.

Sejalan dengan tema RKP 2026 yang telah ditetapkan, yakni "Kedaulatan Pangan dan Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif", arah pembangunan akan semakin terfokus. Pembangunan diarahkan untuk mencapai penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

Selain itu, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Hal ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Dikutip dari Kompas.com.