TIMESINDONESIA.MY.ID - Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik penipuan finansial yang dilakukan oleh sebuah jaringan judi online internasional. Modus operandi yang digunakan sangat cerdik, yakni memanfaatkan transaksi pulsa telepon sebagai cara untuk menyamarkan aliran dana hasil kejahatan.
Jaringan ini diketahui mengoperasikan sebuah situs judi online dengan nama "Wujangbet". Situs tersebut diduga kuat menggunakan server yang berlokasi di Kamboja, menjadikannya sulit dijangkau oleh penegak hukum di Indonesia.
Menurut informasi yang dihimpun, para pelaku menjalankan aksinya dengan menyediakan sejumlah nomor telepon khusus. Nomor-nomor ini kemudian digunakan oleh para pemain untuk melakukan deposit atau memasukkan modal taruhan menggunakan pulsa.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Wira Satya, menjelaskan secara rinci mengenai pola operasi jaringan ini. "Adapun modus operandi daripada para pelaku melakukan aktivitas ataupun operasional perjudian, bahwa pelaku mengoperasionalkan situs ataupun web judi online dengan nama Wujangbet. Di mana berdasarkan hasil penelusuran dan pendalaman dari tim penyidik diketahui server-nya berada di Kamboja," ujar Wira Satya di Bareskrim Polri, Jumat (14/8/2026).
Seluruh pulsa yang berhasil dikumpulkan dari para pemain judi online tersebut kemudian dikelola oleh pihak admin. Admin ini diketahui berlokasi di Kamboja, tempat mereka memproses konversi pulsa menjadi uang tunai.
Proses konversi pulsa menjadi uang ini dilakukan melalui perantara distributor pulsa yang beroperasi di Indonesia. Langkah ini menjadi kunci utama dalam upaya mereka untuk menyamarkan asal-usul dana hasil aktivitas ilegal tersebut.
Dengan demikian, dana yang seharusnya masuk ke rekening bank atau metode pembayaran lain yang mudah dilacak, justru dialihkan melalui mekanisme pembelian dan penjualan pulsa. Hal ini menyulitkan pelacakan aliran dana oleh pihak berwenang.
Pengungkapan ini menjadi bukti nyata bahwa jaringan kejahatan siber terus berinovasi dalam menyembunyikan jejak mereka. Penggunaan pulsa sebagai alat penyamaran menunjukkan tingkat kecanggihan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Kerja sama internasional kemungkinan akan menjadi kunci dalam memberantas jaringan seperti ini. Penelusuran server di Kamboja dan distributor pulsa di Indonesia memerlukan koordinasi lintas negara yang kuat.