TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 18 Agustus 2026, telah memasuki hari keempat penanganan pasca bencana.

Hingga saat ini, Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) secara resmi menyatakan tidak ada lagi laporan mengenai korban yang hilang akibat peristiwa alam tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, dalam sebuah konferensi pers daring.

"Karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, tidak ada lagi saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian," ujar Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo dalam sesi jumpa pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada hari ini.

Pernyataan tersebut menandai perubahan fokus utama tim gabungan penanganan bencana.

Dengan telah terkonfirmasinya tidak ada lagi laporan orang hilang, Basarnas bersama dengan elemen tim evakuasi lainnya kini mengalihkan seluruh perhatian dan sumber daya.

Kegiatan prioritas yang dijalankan adalah melakukan penyisiran secara menyeluruh di berbagai lokasi yang dilaporkan terdampak langsung oleh guncangan gempa.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi individu yang mungkin masih tertimbun reruntuhan atau membutuhkan bantuan darurat.

"Sampai dengan hari ini, hari keempat, pagi tadi sampai dengan hari ini, kegiatan yang telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak," jelas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo lebih lanjut.