TIMESINDONESIA.MY.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak insiden keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permohonan maaf ini diutarakan menyusul sejumlah laporan kasus keracunan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Insiden keracunan ini dilaporkan terjadi di beberapa lokasi berbeda, termasuk di Jepara, Yogyakarta, Jayapura, serta Semarang. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai keamanan program pangan yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Sudaryono menegaskan komitmen BGN untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya adalah untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

"Di momen ini kami menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian, ada yang di Jepara, ada yang di Yogya, ada di Jayapura, termasuk yang di Semarang," ujar Sudaryono dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan bahwa BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program MBG. Perbaikan tata kelola ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden keracunan di kemudian hari, sehingga program dapat berjalan sesuai harapan.

"Kami akan terus tingkatkan ini. Kami minta izin untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini kami perbaiki dengan segera tata kelola untuk supaya kasus keracunan ini betul-betul kami bisa nolkan," tuturnya.

Sudaryono berjanji bahwa perbaikan tata kelola program MBG akan dilakukan secepat mungkin. Upaya ini menunjukkan keseriusan BGN dalam menangani masalah yang terjadi dan memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat program.

Pihak BGN berupaya keras untuk mencapai target nol kasus keracunan di masa mendatang. Langkah-langkah perbaikan yang akan diambil diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah yang berkaitan dengan gizi masyarakat.

Dikutip dari Kompas.com, pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sudaryono sebagai bentuk pertanggungjawaban dan komitmen untuk memperbaiki kualitas program.