TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi terbaru mengenai potensi gempa susulan yang masih mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengungkapkan bahwa aktivitas ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Fenomena gempa susulan ini menjadi perhatian utama pasca kejadian gempa utama yang mengguncang kawasan tersebut. BMKG terus memantau perkembangan situasi seismik di NTT untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
"Dari hasil perhitungan kami sementara dengan data yang ada sampai saat ini, kira-kira (gempa susulan di NTT masih berlangsung) dalam waktu 21 sampai 30 hari ke depan akan segera meluruh," ucap Nelly Florida Riama dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (19/8/2026).
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meski masih ada potensi gempa susulan, intensitasnya diprediksi akan mengalami penurunan secara bertahap. Hal ini merupakan kabar baik bagi warga yang terdampak.
BMKG memperkirakan laju gempa susulan akan terus menurun secara bertahap dalam beberapa pekan mendatang. Penurunan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman lebih bagi masyarakat setempat.
Lebih lanjut, BMKG memprediksi bahwa aktivitas gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah dalam rentang waktu 2 hingga 3 minggu, bahkan hingga satu bulan ke depan, yang berarti sampai akhir September 2026.
"Ini bukan berarti bahwa setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat terjadi ya. Estimasi sifatnya sangat dinamis dan akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang kami rekam," ujar Nelly Florida Riama.
BMKG menekankan bahwa prediksi ini bersifat dinamis dan dapat diperbaharui sewaktu-waktu. Pemantauan terus dilakukan secara intensif untuk memberikan informasi yang paling akurat.
Dikutip dari Kompas.com, BMKG terus melakukan analisis data gempa susulan yang terekam untuk menyempurnakan estimasi periode dan intensitasnya.