TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah peristiwa pencurian menggemparkan lingkungan pendidikan di Mojokerto, Jawa Timur. Komplotan pelaku kejahatan berhasil membobol brankas yang menyimpan dana operasional Universitas KH Abdul Chalim.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Desa Bendunganjati, Mojokerto. Uang tunai dalam jumlah besar, yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar, berhasil dibawa kabur oleh para pelaku dari lokasi kejadian.
Menelisik kronologi awal, Kepala Desa Bendunganjati, Dadang Saifudin, memberikan informasi mengenai dugaan titik masuk para pelaku. Diduga kuat, komplotan ini memanfaatkan area MTs Unggulan Hikmatul Amanah (Hikam) sebagai akses.
MTs Unggulan Hikmatul Amanah (Hikam) sendiri berlokasi persis di sebelah utara dari kompleks Universitas KH Abdul Chalim, menjadikannya titik strategis untuk pergerakan pelaku.
"Informasi dari rekan-rekan, terekam CCTV yang dari lapangan Hikam," ujar Dadang Saifudin. Pernyataan ini mengindikasikan adanya bukti visual yang sedang didalami oleh pihak berwenang.
Lebih lanjut, Dadang Saifudin menambahkan mengenai penampilan para pelaku yang terekam dalam kamera pengawas tersebut. "Pelaku memakai penutup wajah," kata Dadang Saifudin. Hal ini menunjukkan adanya upaya pelaku untuk menyamarkan identitas mereka.
Peristiwa pembobolan brankas ini tentu menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi universitas. Uang tunai Rp 1 miliar yang hilang tersebut merupakan dana operasional penting untuk kelancaran kegiatan akademik dan administrasi.
Pihak kepolisian setempat dilaporkan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas serta menangkap para pelaku. Berbagai upaya pengumpulan bukti dan keterangan saksi terus dilakukan.
Dikutip dari detikJatim, kejadian ini pertama kali diketahui pada Minggu, 9 Agustus 2026. Informasi ini kemudian menyebar dan menjadi perhatian masyarakat serta aparat penegak hukum.