TIMESINDONESIA.MY.ID - Kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memicu perhatian serius dari kalangan legislatif. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan yang lebih efektif.
Anggota Komisi IV DPR RI, Nevi Zuairina, menyoroti perlunya peningkatan pengawasan dan penegakan hukum di seluruh kawasan hutan. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa di kaldera Bromo tidak terulang di masa mendatang.
"Selain faktor cuaca, kelalaian manusia seperti puntung rokok dan api unggun juga menjadi pemicu utama yang tidak boleh diabaikan," ujar Nevi Zuairina kepada Kompas.com pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Beliau menambahkan bahwa keterlibatan semua pihak di lapangan harus ditingkatkan demi menjaga kelestarian hutan. Pengawasan yang ketat dan penegakan aturan yang tegas menjadi kunci utama.
Kesiapan pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara umum juga dinilai masih perlu diperkuat. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pencegahan hingga penanganan darurat.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, Nevi Zuairina mendorong dilakukannya edukasi masif kepada para wisatawan dan ribuan pelaku jip wisata. Mereka diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan.
Selain itu, penanganan kebakaran harus dipercepat melalui sistem deteksi dini. Sistem ini dapat memanfaatkan patroli gabungan yang melibatkan Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, dan relawan.
Pemanfaatan teknologi seperti drone juga disarankan untuk memantau titik-titik rawan kebakaran secara lebih efektif. Ini akan membantu identifikasi dini sebelum api meluas.
"Oleh karena itu pengawasan, penegakan aturan, serta keterlibatan semua pihak di lapangan harus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Nevi Zuairina.