TIMESINDONESIA.MY.ID - Maraknya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan menjadi sorotan serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kondisi ini mendorong adanya desakan kuat untuk tindakan penanggulangan yang lebih efektif.

Menyikapi situasi darurat tersebut, Daniel Johan, seorang anggota Komisi IV DPR RI, secara tegas menyerukan agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera merealisasikan pencairan anggaran yang telah dialokasikan. Anggaran ini diperuntukkan secara khusus untuk operasional penanganan karhutla.

"Kami mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran sebesar Rp 290.901.300.000 (miliar) untuk operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ujar Daniel Johan kepada para wartawan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut menekankan urgensi dari anggaran yang diminta. Keterlambatan dalam pencairan dana dapat berdampak langsung pada efektivitas upaya pemadaman di lapangan.

"Anggaran ini sangat mendesak agar upaya pemadaman di lapangan tidak lagi terkendala keterbatasan sumber daya," lanjut Daniel Johan, menyoroti kendala yang mungkin dihadapi tim di lapangan akibat minimnya alokasi dana operasional.

Peristiwa ini berlokasi di Kalimantan, sebuah wilayah yang kerap kali terdampak parah oleh kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau. Skala karhutla yang terjadi memerlukan respons cepat dan sumber daya yang memadai.

Waktu desakan ini disampaikan oleh Daniel Johan adalah pada hari Rabu, 19 Agustus 2026. Tanggal ini menjadi penanda penting dalam upaya mendorong percepatan realisasi anggaran untuk mitigasi bencana.

Alasan utama di balik desakan ini adalah kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa tim penanggulangan karhutla memiliki perlengkapan dan sumber daya yang cukup. Hal ini krusial untuk menjalankan operasi pencegahan dan pemadaman secara optimal.

Proses pencairan anggaran oleh Kementerian Keuangan merupakan kunci utama dalam mengatasi masalah ini. Diharapkan, dengan adanya dana tersebut, berbagai elemen yang terlibat dalam penanggulangan karhutla dapat bekerja tanpa hambatan finansial.