TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengambil langkah cepat dengan mendirikan tiga unit dapur umum di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7. Pendirian fasilitas ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.
Tiga kabupaten yang menjadi lokasi prioritas operasional dapur umum ini adalah Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi untuk menjangkau daerah-daerah yang paling membutuhkan bantuan darurat pasca gempa.
"Untuk itulah per hari ini sudah ada dapur umum yang beroperasi di Nagekeo ya, 2.000 bungkus per hari, Sikka 4.500 bungkus per hari, Manggarai 3.000 bungkus per hari," ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Angka produksi makanan dari dapur umum tersebut menunjukkan skala bantuan yang disalurkan. Dapur umum di Nagekeo mampu menyediakan 2.000 bungkus makanan setiap harinya.
Sementara itu, dapur umum di Sikka memiliki kapasitas produksi yang lebih besar, yaitu 4.500 bungkus makanan per hari.
Untuk Kabupaten Manggarai, dapur umum yang beroperasi mampu memproduksi 3.000 bungkus makanan setiap harinya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan proses asesmen untuk perluasan layanan dapur umum ke beberapa wilayah lain. "Saifullah mengatakan, layanan dapur umum yang masih dalam proses asesmen yakni di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, dan Ngada," jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa penambahan dapur umum masih sangat dibutuhkan di sejumlah kabupaten. Hal ini dikarenakan masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan pangan yang memadai pasca gempa.
"Menurutnya, tambahan dapur umum masih dibutuhkan di sejumlah kabupaten karena masih banyak warga yang masih memerlukan bantuan makanan," terang Menteri Sosial.