TIMESINDONESIA.MY.ID - Di tengah lanskap perbatasan Indonesia-Malaysia yang membentang di Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat, seorang remaja bernama Novadila (17) menjalani transformasi luar biasa. Perjalanannya dari pedalaman Desa Sahan menuju titik strategis Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang bukan hanya tentang jarak fisik puluhan kilometer, melainkan sebuah lompatan besar dalam meraih cita-cita.

Novadila, yang berasal dari daerah terpencil, memiliki mimpi awal yang sederhana namun kuat: meraih kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Namun, pengalaman bertugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di PLBN Jagoi Babang telah membuka cakrawala baru baginya, menumbuhkan aspirasi yang lebih mulia.

Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMPN 5 Seluas, Novadila memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke SMAN 1 Jagoi Babang. Keputusan ini didorong oleh harapan untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih memadai dan berkualitas.

Ia mendengar informasi bahwa sekolah yang berlokasi dekat dengan perbatasan negara seringkali dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik dibandingkan sekolah di daerah pedalaman. Harapan akan kualitas pendidikan menjadi daya tarik utama baginya.

"Karena banyak yang bilang di sini tuh bagus dari sekolahnya, terus ekstranya (ekstrakurikuler), karena dekat perbatasan juga di situ banyak kegiatan gitulah. Jadi tertarik pengin ke sini," ungkap Novadila saat ditemui Kompas.com di PLBN Jagoi Babang pada hari Senin, 17 Agustus 2026.

Keterlibatan Novadila dalam Paskibra di PLBN Jagoi Babang menandai titik balik penting dalam hidupnya. Tugas tersebut tidak hanya mengasah kedisiplinan dan rasa nasionalisme, tetapi juga memberinya perspektif baru tentang arti pengabdian.

Pengalaman langsung bertugas di garda terdepan bangsa ini menumbuhkan keinginan kuat dalam dirinya untuk menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Cita-cita ini kini menggantikan impian awalnya untuk sekadar meraih kekayaan.

Dikutip dari Kompas.com, Novadila menceritakan ketertarikannya untuk bersekolah di Jagoi Babang karena rumor mengenai kualitas sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih beragam. Hal ini menunjukkan bagaimana informasi dan kesempatan dapat memengaruhi arah hidup seorang pemuda.

"Karena banyak yang bilang di sini tuh bagus dari sekolahnya, terus ekstranya (ekstrakurikuler), karena dekat perbatasan juga di situ banyak kegiatan gitulah. Jadi tertarik pengin ke sini," ujar Novadila saat diwawancarai Kompas.com di lokasi PLBN Jagoi Babang, Senin (17/8/2026).