TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah peristiwa medis yang mencengangkan terjadi di Seattle, Amerika Serikat, menimpa seorang pria berusia 60 tahun. Ia terpaksa dilarikan ke unit gawat darurat setelah menunjukkan gejala psikosis yang parah.

Kondisi awal pasien membuatnya memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya telah diracuni oleh tetangganya. Hal ini menjadi tanda awal dari gangguan kesehatan mental yang dialaminya.

Dalam kurun waktu 24 jam pertama setelah perawatan intensif, pasien menunjukkan peningkatan rasa paranoia yang signifikan. Gejala ini semakin diperparah dengan timbulnya halusinasi pendengaran dan penglihatan.

Upaya pasien untuk melarikan diri dari rumah sakit akhirnya memicu keputusan untuk melakukan penahanan psikiatri secara paksa. Keputusan ini diambil mengingat kondisi pasien yang dinilai mengalami ketidakmampuan berat.

Pemeriksaan medis yang dilakukan secara mendalam akhirnya mengungkap sebuah fakta mengejutkan. Ditemukan adanya lonjakan kadar bromida dalam darah pria tersebut.

Kadar bromida dalam darahnya dilaporkan mencapai angka 230 kali lipat dari batas normal yang dianggap aman bagi tubuh manusia. Tingginya kadar bromida ini menjadi pemicu utama masalah kesehatannya.

Kondisi keracunan bromida, yang dikenal sebagai bromism, diketahui memiliki dampak serius pada sistem saraf otak. Hal ini dapat memicu timbulnya gejala psikosis akut yang dialami pasien.

Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menerima saran kesehatan, terutama yang berasal dari sumber non-medis.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google