- TIMESINDONESIA.MY.ID - Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Satgas Galapana) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah bergerak cepat untuk memantau langsung kondisi di lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo terbesar mencapai 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Bapak Cucun Ahmad Syamsurijal, yang didampingi oleh sejumlah pimpinan dan anggota dewan lainnya. Tujuan utama dari peninjauan ini adalah untuk memahami secara komprehensif dampak bencana serta mengevaluasi upaya penanganan yang telah dilakukan.
Dalam rangkaian kunjungannya, Bapak Cucun Ahmad Syamsurijal memimpin sebuah rapat koordinasi (rakor) penting. Pertemuan ini diselenggarakan bersama dengan perwakilan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT.
Acara penting ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci. Selain Wakil Ketua DPR Bapak Cucun Ahmad Syamsurijal, turut hadir pula Wakil Ketua DPR Bapak Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR Ibu Sari Yuliati, serta Wakil Ketua Komisi XII DPR Bapak Bambang Haryadi.
Turut serta dalam rakor tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bapak Pratikno, serta Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Bapak Agus Jabo. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi lintas kementerian dalam penanganan pascabencana.
Kepala BNPB, Letjen TNI Bapak Suharyanto, juga turut hadir dalam pertemuan strategis ini. Kehadirannya sangat krusial untuk memberikan gambaran terkini mengenai situasi di lapangan dan langkah-langkah mitigasi yang sedang dijalankan.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam rapat tersebut adalah evaluasi terhadap respons cepat yang telah diberikan oleh berbagai pihak. "Kami perlu memastikan bahwa semua upaya pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak," ujar Bapak Cucun Ahmad Syamsurijal.
Pertemuan ini juga menjadi forum penting untuk merumuskan strategi jangka panjang dalam pemulihan dan rehabilitasi pascagempa. Fokus utama adalah bagaimana membangun kembali infrastruktur yang rusak dan memulihkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat NTT.
Dikutip dari sumber berita, rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya DPR RI untuk menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal.