TIMESINDONESIA.MY.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Inisiatif ini dinilai memberikan dampak nyata bagi stabilitas sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dikutip dari Kompas.com, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyampaikan perkembangan positif ini saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut berlangsung di Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu (26/8/2026).
Agenda utama kunjungan Presiden saat itu sebenarnya adalah rapat koordinasi terkait penanganan bencana gempa bumi. Namun, Bupati Simplisius menyempatkan diri untuk memaparkan keberhasilan program MBG di wilayah pemerintahannya.
Menurut penuturan bupati, program pemberian makanan bergizi tersebut terbukti sangat efektif dalam memotivasi anak-anak untuk rajin bersekolah. Hal ini menjadi solusi praktis dalam mengatasi kendala rendahnya partisipasi siswa di daerah.
"Siswa yang di mana ada jatah MBG, itu nyaris 100 persen tingkat kehadirannya," ujar Simplisius Donatus.
Lebih lanjut, Simplisius menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei nonformal yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Survei ini mencakup sejumlah sekolah yang telah menerima jatah program MBG secara rutin.
Selain berdampak pada sektor pendidikan, program ini juga dinilai mampu memberikan efek domino bagi pemberdayaan ekonomi perempuan di Nagekeo. Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan makanan menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap program ini dapat terus berkelanjutan guna menekan angka putus sekolah. Stabilitas kehadiran siswa diharapkan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.
Keberhasilan di Nagekeo ini menjadi bukti bahwa intervensi gizi memiliki korelasi erat dengan kesiapan siswa dalam mengikuti proses belajar di kelas. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau efektivitas program ini di lapangan.