TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Uzone.id, sebuah babak baru dalam sejarah teknologi Apple resmi dimulai pada 10 September 2026. John Ternus memperkenalkan iPhone Duo dalam ajang Apple Event 2026 sebagai inovasi perangkat lipat pertama perusahaan tersebut.

Peluncuran ini menjadi momen bersejarah karena merupakan produk perdana yang diperkenalkan Ternus setelah resmi menggantikan posisi Tim Cook sebagai CEO Apple. Perangkat ini hadir dengan desain dua layar yang diklaim mampu memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna.

Ternus menjelaskan bahwa iPhone Duo dirancang untuk tetap memberikan kenyamanan meski digunakan dengan satu tangan. Apple mengadopsi bentuk asimetris dengan dua sudut membulat yang berbeda agar perangkat tetap terasa ringkas.

"Kami ingin pengalaman menggunakan iPhone Duo terasa utuh dan tanpa jeda, seolah hanya ada satu layar meskipun perangkat ini memiliki dua layar. Karena itu, transisi antara kondisi terbuka dan tertutup harus terasa mulus dan sepenuhnya intuitif," ujar John Ternus.

Inovasi utama terletak pada bagian engsel yang menggunakan mekanisme custom variable torque profile. Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk membuka dan menutup secara presisi serta menopang layar agar tetap rata.

"Kami juga merancang engsel khusus yang menopang bagian tengah layar sekaligus memungkinkan perangkat membuka dan menutup dengan mulus. Engsel ini menggunakan mekanisme custom variable torque profile yang mengatur pergerakan saat perangkat dibuka dan ditutup secara presisi," ungkap John Ternus.

Sisi estetika perangkat ini juga diperhatikan dengan penggunaan material titanium kelas aerospace. Permukaannya dipoles sedemikian rupa hingga menghasilkan efek cermin yang elegan, sementara kamera FaceTime kini disembunyikan di balik layar.

Pengalaman pengguna iPhone Duo didukung penuh oleh sistem operasi iOS 27 yang mengusung desain Liquid Glass. Antarmuka ini mampu beradaptasi secara otomatis untuk mengoptimalkan rasio layar saat perangkat dibuka atau ditutup.

"Saat Anda berpindah antar-layar, software akan secara mulus menyesuaikan diri dan bertransisi dari layar luar ke layar dalam. Kontrol tetap berada di lokasi yang konsisten di sisi layar, sementara konten menyesuaikan ukurannya untuk memanfaatkan area tampilan yang lebih besar," jelas John Ternus.