TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan yang datang dari ratusan sekolah swasta elit yang mengklaim tidak memerlukan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini merupakan bagian dari strategi evaluasi dan penataan ulang penerima manfaat program prioritas pemerintah.
Proses evaluasi yang sedang berjalan ini dirancang untuk memastikan bahwa program gizi yang diselenggarakan oleh pemerintah dapat menjangkau sasaran yang paling membutuhkan. Perhitungan mengenai perluasan cakupan atau refocusing penerima manfaat kini sedang dalam tahap finalisasi.
Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyisiran terhadap sekolah-sekolah penerima manfaat program. Fokus utama adalah memastikan program ini tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan pihak yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan.
"Yang jelas betul yang disampaikan bahwa kita sedang sisir misalnya sekolah-sekolah swasta, khususnya yang elite, itu kan tidak perlu MBG," kata Sudaryono dalam keterangan persnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di kantor BGN, Jakarta Pusat. Acara tersebut berlangsung pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
Tujuan utama dari evaluasi ini adalah untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya pemerintah. Dengan memfokuskan kembali program pada kelompok yang paling rentan, diharapkan dampak positif dari program gizi dapat dirasakan secara lebih merata.
Sejumlah sekolah swasta elit sebelumnya telah menyatakan pandangan mereka mengenai program MBG. Pernyataan ini kemudian ditanggapi oleh BGN sebagai bagian dari proses tinjauan dan penyempurnaan kebijakan.
Upaya refocusing ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan efektivitas program-program sosial. Penyesuaian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi.
Dikutip dari Tren.Hotnews.id, Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan penataan ulang penerima manfaat program. Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah elit tidak termasuk dalam prioritas penerima program MBG.