TIMESINDONESIA.MY.ID - Reza Oktovian, yang lebih dikenal luas sebagai Reza Arap, akhirnya angkat bicara mengenai film layar lebar perdananya, "Harusnya Horor". Film ini menjadi sorotan publik, terutama terkait keterlibatan almarhumah Lula Lahfah.

Klarifikasi ini dilontarkan Reza Arap untuk menjawab berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai motif di balik perilisan film tersebut. Ia ingin memastikan visinya tersampaikan dengan jernih.

Inti dari perilisan film "Harusnya Horor" adalah sebuah bentuk penghormatan mendalam dari Reza Arap. Ia melihat karya ini sebagai dedikasi terakhir almarhumah Lula Lahfah.

"Film 'Harusnya Horor' ini adalah bentuk penghormatan dan perayaan atas karya serta dedikasi terakhir Lula Lahfah di industri perfilman Indonesia," ujar Reza Arap. Ia menambahkan, "Saya ingin karya tersebut dikenang sebagai kontribusi almarhumah."

Tujuan utama Reza Arap dalam merilis film ini sangat mulia. Ia ingin mengabadikan jejak dan warisan Lula Lahfah dalam dunia sinema Indonesia.

Melalui film ini, Reza Arap berharap dapat menjadi pengingat abadi akan bakat dan semangat Lula Lahfah yang telah berpulang. Harapannya adalah karya ini terus dikenang.

Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, Reza Arap menegaskan bahwa keterlibatan Lula Lahfah dalam film ini bukanlah sebuah eksploitasi. Sebaliknya, ia ingin karya tersebut menjadi monumen bagi almarhumah.

Film "Harusnya Horor" sendiri digarap dengan harapan dapat memberikan kesan yang mendalam bagi penonton. Kehadiran Lula Lahfah diharapkan memberikan warna tersendiri.

Keinginan Reza Arap adalah agar publik melihat film ini sebagai sebuah persembahan tulus. Ini adalah upayanya untuk mengenang dan menghargai seorang seniman muda berbakat.