TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah pusat menempatkan penanganan pascagempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai prioritas utama. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera terpenuhi.
Komitmen ini dibuktikan dengan kehadiran Mendagri secara langsung di Kabupaten Manggarai Timur, sebuah langkah yang diambil meskipun sebelumnya telah bersiap untuk menghadiri Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Keputusan Mendagri untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana di NTT sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan wakil menteri untuk turun langsung ke lokasi bencana.
"Tadinya saya sudah siap-siap sama istri saya untuk hadir di Istana, istri saya sudah siapkan pakaian juga, ada pakaian Toraja yang dia sudah siapkan, (tapi) karena Bapak Presiden menugaskan kepada sejumlah menteri dan pimpinan lembaga untuk turun langsung ke NTT, Flores khususnya untuk membantu daerah dan pemerintah pusat harus hadir, nah jadi [kami hadir di sini," ujar Mendagri kepada awak media usai memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).
Dalam upaya penanganan pascagempa, Mendagri menekankan pentingnya proses pendataan dan verifikasi yang dilakukan secara menyeluruh. Langkah ini krusial untuk memastikan bantuan yang diberikan oleh pemerintah tepat sasaran, sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami dan kondisi riil masyarakat.
Pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa. Prioritas ini mencakup tahapan evakuasi, penyelamatan korban, penanganan medis, hingga pemulihan layanan dasar dan akses mobilitas bagi warga.
Sementara itu, terkait dengan rumah-rumah yang mengalami kerusakan, pemerintah akan melakukan pendataan secara rinci. Pendataan ini akan mengklasifikasikan tingkat kerusakan yang terjadi pada setiap bangunan terdampak.
Dikutip dari KOMPAS.com, kehadiran Mendagri di NTT menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons situasi darurat pascagempa. Penekanan pada data menjadi kunci agar setiap intervensi dapat berjalan efektif.
Penugasan Presiden kepada para menteri dan pimpinan lembaga untuk turun langsung ke lapangan adalah bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan bencana di daerah. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat terdampak.