TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah temuan ilmiah terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal medis bergengsi JAMA tahun 2023 telah menyoroti hubungan yang mengkhawatirkan antara tingkat pendapatan rendah dan peningkatan risiko kematian dini. Studi ini secara khusus meneliti populasi pekerja di Amerika Serikat.

Penelitian ini berfokus pada sekitar 4.000 individu yang telah mencapai usia minimal 50 tahun pada awal periode pengamatan. Para partisipan ini kemudian dilacak perkembangannya selama kurun waktu 12 tahun.

Analisis mendalam dari data yang terkumpul menunjukkan sebuah pola yang jelas. Pekerja paruh baya yang secara konsisten menerima upah rendah teridentifikasi memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk meninggal dunia.

Angka statistik menunjukkan peningkatan risiko kematian sebesar 38 persen. Angka ini merupakan perbandingan langsung dengan rekan-rekan mereka yang memiliki usia sama namun menikmati pendapatan yang lebih tinggi selama periode studi yang sama.

Temuan studi ini memberikan sorotan kritis terhadap dampak ekonomi terhadap kesehatan jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor finansial memiliki peran signifikan dalam menentukan kualitas dan harapan hidup.

"Temuan ini memberikan sorotan baru terhadap dampak ekonomi terhadap kesehatan jangka panjang," demikian tertulis dalam kesimpulan penelitian tersebut.

Studi ini secara spesifik menganalisis sekitar 4.000 pekerja yang usianya telah mencapai minimal 50 tahun saat studi dimulai. Para partisipan ini kemudian dipantau perkembangannya selama periode 12 tahun untuk mengamati dampaknya.

"Para partisipan ini kemudian dipantau perkembangannya selama periode 12 tahun untuk mengamati dampaknya," jelas para peneliti dalam publikasi mereka.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerja paruh baya yang secara konsisten menerima upah rendah memiliki risiko meninggal dunia 38 persen lebih tinggi. Angka ini dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang seusia namun memiliki pendapatan yang lebih tinggi selama periode pengamatan yang sama.