TIMESINDONESIA.MY.ID - Operasi penegakan hukum maritim yang dilakukan TNI Angkatan Laut berhasil mengukir prestasi gemilang dengan mengungkap jaringan narkotika internasional di perairan Indonesia. Sebuah kapal berbendera Tanzania, MV King Sun, menjadi target operasi setelah terdeteksi memiliki potensi mencurigakan.

Peristiwa krusial ini bermula pada Kamis, 5 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB, ketika Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kerambit-627 mendeteksi adanya kapal yang masuk dalam kategori "Vessel Of Interest" bernama MV King Sun. Kapal tersebut tercatat berbendera Tanzania.

Keesokan harinya, pada Jumat, 6 Agustus 2026, MV King Sun terdeteksi berada di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Keberadaan kapal ini segera memicu kewaspadaan dari unsur patroli laut TNI AL yang bertugas mengamankan kedaulatan maritim negara.

Menindaklanjuti temuan tersebut, KRI Kerambit-627 segera melaksanakan operasi pengintaian ketat atau shadowing. Tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) kemudian diturunkan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap muatan kapal tersebut.

Pemeriksaan yang penuh ketegangan ini dilakukan pada Kamis malam, 6 Agustus 2026, tepatnya pukul 19.51 WIB. Tim VBSS berhasil menemukan dan mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis ketamin dalam jumlah yang sangat besar.

"Estimasi nilai ekonomis jika per gramnya ditaksir senilai Rp 2 juta maka barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas senilai Rp 2,6 triliun," ujar Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Laksdya TNI Denih Hendrata menekankan dampak positif dari keberhasilan operasi ini. "Jumlah narkotika tersebut setara dengan upaya menyelamatkan 6,5 juta orang dari penyalahgunaan narkoba," kata beliau.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang dapat merusak generasi bangsa dan mengancam stabilitas keamanan nasional. Penyelundupan yang direncanakan melalui perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, ini akhirnya kandas berkat kewaspadaan dan tindakan cepat petugas.

Dikutip dari Kompas.com, operasi ini merupakan bukti nyata sinergi dan profesionalisme jajaran TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia dari berbagai ancaman, termasuk peredaran barang haram yang merusak.