TIMESINDONESIA.MY.ID - Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melayani rute Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang telah kembali normal. Hal ini menyusul selesainya proses penanganan insiden yang sempat menyebabkan gangguan operasional.
Gangguan tersebut terjadi akibat seorang warga dan pengendara motor tertemper di sekitar jalur rel. Kejadian ini sempat menghentikan sementara perjalanan KRL di kedua lintas tersebut, memaksa penggunaan satu jalur untuk sementara waktu.
KAI Commuter melalui akun resmi Threads pada Kamis (20/8/2026) mengkonfirmasi bahwa proses evakuasi telah rampung. Penanganan lebih lanjut terhadap insiden tersebut kini dialihkan ke Stasiun Manggarai.
"Proses evakuasi KA 1183 (Bogor-Jakarta Kota) dampak tertemper orang telah selesai, penanganan lebih lanjut dilakukan di Stasiun Manggarai," demikian pernyataan yang disampaikan oleh pihak KAI Commuter.
Peristiwa yang terjadi di sekitar jalur rel Tebet ini menyebabkan keterlambatan pada KRL lintas Bogor-Jakarta Kota. Namun, dengan selesainya proses penanganan, perjalanan kini dapat dilintasi kembali menggunakan kedua jalur rel.
Meskipun operasional kereta api sudah kembali normal, kepadatan penumpang yang sempat terjadi masih dalam proses penguraian. Para penumpang dihimbau untuk tetap bersabar menunggu giliran naik kereta.
KAI Commuter terus berupaya memastikan kelancaran perjalanan KRL bagi seluruh pengguna. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk meminimalkan dampak dari kejadian yang tidak diinginkan.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api. Keselamatan bersama menjadi prioritas utama dalam setiap operasional transportasi publik.
Dikutip dari KAI Commuter, seluruh proses penanganan insiden yang melibatkan evakuasi KA 1183 telah dinyatakan selesai. Tindakan lanjutan kini tengah ditangani di Stasiun Manggarai.