TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman tsunami pasca-gempa tersebut. Peringatan ini mencakup wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak gelombang tinggi.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh BMKG, terdapat beberapa daerah yang ditetapkan dalam status "Siaga" terkait potensi tsunami. Status ini menunjukkan perlunya kewaspadaan tinggi dari masyarakat di wilayah tersebut.

Wilayah yang masuk kategori Siaga meliputi Manggarai bagian utara dan Ngada bagian utara di NTT, dengan estimasi waktu potensi tsunami pada pukul 05.02.23 WIB. Menyusul kemudian adalah Manggarai Barat bagian utara pada pukul 05.03.23 WIB.

Tidak hanya di NTT, potensi tsunami juga meluas ke Sulawesi Selatan (Sulsel). Kabupaten Selayar di Sulsel diperkirakan berpotensi terdampak tsunami pada pukul 05.04.23 WIB.

"Melalui peringatan dini BMKG, Sabtu (15/8/2026), daerah yang berpotensi tsunami ada di Provinsi NTT hingga Sulawesi Selatan," demikian dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, wilayah lain di NTT yang masuk status Siaga adalah Ende bagian utara (estimasi pukul 05.05.23 WIB) dan Sikka bagian utara (estimasi pukul 05.13.23 WIB). Di Sulsel, Jeneponto (estimasi pukul 05.15.23 WIB) dan Bantaeng (estimasi pukul 05.46.23 WIB) juga masuk dalam daftar ini.

Selain status Siaga, BMKG juga menetapkan beberapa daerah dalam kategori "Waspada". Status ini mengindikasikan adanya potensi tsunami namun dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan Siaga.

Daerah-daerah yang masuk kategori Waspada antara lain Pulau Ende dan Pulau Sikka di NTT, dengan estimasi waktu potensi tsunami masing-masing pada pukul 05.03.23 WIB dan 05.07.23 WIB.