TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan telah menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah. Data terkini mencatat sebanyak 11.925 unit rumah mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Peristiwa alam ini juga memaksa puluhan ribu warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi mencapai angka 40.040 jiwa.
Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebagai wilayah yang paling parah terdampak oleh gempa ini. Tingginya jumlah pengungsi menunjukkan skala keparahan dampak gempa di daerah tersebut.
"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," demikian disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa angka pengungsi tidak hanya mencerminkan jumlah rumah yang rusak, tetapi juga mencakup warga yang mengungsi akibat rasa trauma dan kekhawatiran pasca-gempa. Dampak psikologis menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam penanganan bencana ini.
Di Kabupaten Manggarai Timur sendiri, tercatat ada 966 warga yang mengungsi di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Jumlah ini merupakan bagian dari total pengungsi yang lebih besar.
Namun, angka pengungsi di Manggarai Timur melonjak drastis ketika mempertimbangkan mereka yang mengungsi secara mandiri. Diperkirakan sekitar 14 ribu warga memilih untuk mengungsi di tempat kerabat atau keluarga.
Jika digabungkan, total warga yang terdampak dan mengungsi di Kabupaten Manggarai Timur mencapai angka yang signifikan, yaitu sekitar 15.465 jiwa. Angka ini menunjukkan besarnya skala pengungsian di wilayah tersebut.
Peristiwa gempa bumi ini terjadi pada hari Selasa, 18 Agustus 2026. Tanggal kejadian menjadi penting untuk merujuk pada data dan respons yang diberikan oleh pihak berwenang.