TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dahsyat yang baru-baru ini melanda wilayah Nusa Tenggara Timur telah menimbulkan dampak signifikan, terutama pada infrastruktur kesehatan vital. Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan parah adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng.

Kerusakan tersebut terlihat jelas pada struktur bangunan RSUD Ruteng, dengan adanya retakan yang membentang di beberapa bagian krusial. Bahkan, beberapa area bangunan dilaporkan mengalami keruntuhan akibat guncangan kuat.

Kondisi ini diperparah dengan berserakannya puing-puing material bangunan di area-area penting rumah sakit. Keberadaan puing ini sangat mengkhawatirkan karena mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan.

Salah satu area yang paling terdampak adalah ruang operasi. Puing-puing material bangunan ditemukan berserakan di dalam ruangan yang seharusnya steril dan aman untuk prosedur medis.

"Puing-puing material bangunan terlihat berserakan di area krusial, termasuk di dalam ruang operasi," demikian keterangan yang diperoleh dari sumber berita.

Kerusakan tidak hanya terbatas pada ruang operasi. Sejumlah ruangan lain di dalam kompleks RSUD Ruteng juga mengalami dampak guncangan gempa yang tidak ringan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa intensitas gempa yang dirasakan di daerah Ruteng cukup kuat, hingga mampu merusak bangunan fasilitas kesehatan.

Gangguan pada operasional rumah sakit ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kelangsungan pelayanan medis, terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah atau perawatan intensif.

Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur baru-baru ini dilaporkan telah menyebabkan kerusakan signifikan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng.