TIMESINDONESIA.MY.ID - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) baru-baru ini menunjuk lima anak sebagai Duta Anak Anti-bullying. Para duta ini dipilih dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang pernah berani bersuara mengenai kasus pelecehan seksual terhadap anak, serta mereka yang pernah menjadi korban perundungan.
Salah satu duta terpilih, Charissa Putri Candrakirana, yang lebih dikenal dengan sapaan Chacha, menceritakan rutinitasnya. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, Chacha memiliki kesibukan yang tidak biasa bagi anak seusianya.
"Sehari-hari aku yang pastinya pertama ngonten speak up dulu," ujar Charissa Putri Candrakirana. Ia menekankan bahwa aktivitas utamanya adalah membuat konten yang mengedukasi publik mengenai isu-isu penting.
Selain fokus pada kegiatan advokasi melalui konten digitalnya, Chacha juga menjalankan peran lainnya. "Terus yang kedua aku pastinya karena aku cewek, aku beres-beres rumah kayak jemuran, cucian," jelasnya. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara tanggung jawab sosial dan tugas domestik yang ia jalani.
Pertemuan dengan Charissa Putri Candrakirana berlangsung di kantor Komnas PA pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Momen ini menjadi kesempatan untuk menggali lebih dalam tentang motivasi dan pengalaman para duta.
Penunjukan duta-duta ini merupakan langkah strategis Komnas PA untuk memberdayakan anak-anak dalam menyuarakan hak-hak mereka. Keberadaan mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk tidak takut melaporkan atau melawan perundungan.
Kisah Chacha yang pernah membuat konten mengangkat kasus pelecehan seksual menjadi bukti nyata semangatnya dalam memerangi kekerasan terhadap anak. Ia menunjukkan bahwa usia muda bukan menjadi halangan untuk berkontribusi dalam isu sosial yang krusial.
Lebih lanjut, Chacha juga mengakui bahwa beberapa duta lainnya memiliki pengalaman pribadi yang mendalam, baik sebagai korban maupun saksi dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan. Pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugasnya.
"Dia mengaku beberapa kali membuat konten yang mengangkat tentang kasus pelecehan seksual," demikian dilansir dari detikcom. Pernyataan ini menegaskan komitmen Chacha dalam menggunakan platform digitalnya untuk kebaikan bersama.