TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah guncangan gempa bumi kembali terasa di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya di Manggarai, pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat.

Warga di kawasan Langke Rembong, Ruteng, Manggarai, dilaporkan berhamburan keluar dari rumah mereka. Kepanikan terlihat jelas saat masyarakat mencari area terbuka untuk menjauh dari potensi bahaya.

Pengamatan langsung di lokasi, seperti di Jalan Kartini, menunjukkan warga segera meninggalkan bangunan, termasuk hotel. Mereka bergerak cepat mencari tempat aman di luar ruangan.

Suara gemuruh yang berasal dari atap dan tembok bangunan terdengar cukup keras. Guncangan yang intens ini berlangsung selama beberapa detik, menambah rasa cemas bagi yang merasakannya.

Salah seorang warga yang berhasil keluar dari sebuah hotel di Jalan Kartini menceritakan pengalamannya. "Dinding kamar mandi retak, langsung berjatuhan semennya," ujarnya, menggambarkan kerusakan yang dialami.

Gempa yang terjadi pada Kamis pagi ini mulai terasa sekitar pukul 06.47 WIT. Durasi guncangan dilaporkan berlangsung kurang lebih selama 2 detik.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang mengguncang pagi ini memiliki kekuatan magnitudo 5,6.

BMKG melalui akun Instagram resminya, @BMKG, mengonfirmasi kejadian ini. "Gempa Tektonik Ruteng, Manggarai, NTT. Magnitudo 5,6. Tidak Berpotensi Tsunami," demikian pernyataan yang dikeluarkan.

Dikutip dari Kompas.com, kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di wilayah rawan gempa seperti Nusa Tenggara Timur.