TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru saja menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya seorang relawan bernama Ahmadin. Peristiwa ini terjadi setelah almarhum menjalankan misi kemanusiaan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.

Dikutip dari Kompas.com, insiden ini menjadi pengingat akan beratnya risiko yang dihadapi oleh para relawan di lapangan. Tugas pemadaman api di area hutan memang memerlukan dedikasi serta ketahanan fisik yang luar biasa dari setiap personel.

Plt. Kapusdatinkom BNPB, Berton SP Panjaitan, secara resmi menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian yang ditunjukkan oleh almarhum. Ia mengakui bahwa kontribusi Ahmadin merupakan bentuk pengabdian yang sangat berharga bagi upaya penanganan bencana di Indonesia.

"Terima kasih atas keberanian dan pengabdian almarhum yang dipertaruhkan hingga akhir hayat," kata Berton SP Panjaitan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Berton di sela-sela agenda penyampaian informasi mengenai penanganan karhutla. Agenda ini berlangsung di Kantor BPBD Jakarta pada Jumat (4/9/2026).

Selain memberikan apresiasi, pihak BNPB juga menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan. Institusi ini berharap agar pihak keluarga diberikan ketabahan dalam melewati masa sulit ini.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," ujar Berton SP Panjaitan.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat maupun organisasi relawan mengenai pentingnya prosedur keselamatan saat terjun ke titik api. Sinergi dan perlindungan terhadap relawan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penanggulangan bencana di masa mendatang.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google