TIMESINDONESIA.MY.ID - Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, wilayah Simalungun, Sumatera Utara, dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4. Peristiwa alam ini menimbulkan kekhawatiran dan perhatian masyarakat di berbagai daerah.

Gempa bumi yang terjadi ini memiliki pusat di Simalungun, Sumatera Utara, dan getarannya dilaporkan meluas hingga ke beberapa wilayah lain di luar provinsi tersebut. Salah satu daerah yang merasakan dampak getarannya adalah kawasan Kota Limapuluh, yang berada di Provinsi Sumatera Barat.

"Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Tebingtinggi; Kota Kabanjahe; Kota Limapuluh," demikian disampaikan oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Skala intensitas V MMI yang disebutkan menunjukkan bahwa getaran gempa tersebut cukup kuat dan dirasakan oleh hampir seluruh penduduk di wilayah yang terdampak. Banyak orang dilaporkan terbangun akibat guncangan yang dirasakan.

Selanjutnya, berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh BMKG, getaran gempa tersebut juga dirasakan dalam skala IV MMI di beberapa lokasi lainnya. Skala IV MMI mengindikasikan bahwa getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah ketika terjadi pada siang hari.

Wilayah yang merasakan getaran dalam skala IV MMI meliputi Raya Simalungun, Panombeian Pane di Simalungun, serta Panei yang juga berada di Simalungun. Selain itu, getaran juga terasa hingga ke Kota Pematangsiantar dan Kota Pangururan.

Peristiwa gempa ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik yang terjadi di wilayah Sumatera Utara. BMKG terus memantau dan menganalisis data gempa untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Dikutip dari BMKG, gempa bumi ini terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026. Informasi mengenai waktu pasti kejadian gempa akan terus diperbarui seiring dengan analisis lebih lanjut dari lembaga terkait.

"Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Tebingtinggi; Kota Kabanjahe; Kota Limapuluh," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.