TIMESINDONESIA.MY.ID - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara resmi telah menerima pengakuan sebagai Wartawan Utama dari Dewan Pers. Anugerah ini diberikan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan.
Peristiwa penting ini terjadi pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, menandai sebuah pencapaian tersendiri dalam perjalanan profesional Haedar Nashir.
Penerimaan status Wartawan Utama ini sekaligus memicu ingatan Haedar Nashir akan awal mula kariernya di dunia jurnalistik. Ia memulai jejaknya sebagai wartawan pada tahun 1984.
"Saya menjadi wartawan Suara Muhammadiyah tahun 1984," ungkap Haedar Nashir, mengenang masa-masa awal kariernya di dunia pers.
Kala itu, ia menjadi seorang wartawan pemula di Suara Muhammadiyah, sebuah media yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Media tersebut diketahui lahir pada tahun 1915.
"Saya yakin sebagian ada yang mungkin baru lahir atau belum lahir," ujar Haedar Nashir, merujuk pada rentang waktu yang cukup lama sejak ia memulai kariernya.
Beliau menambahkan, "Menjadi wartawan pemula di Suara Muhammadiyah, media yang tertua di Indonesia, lahir tahun 1915."
Penerimaan status ini diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang berlokasi di Tangerang Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang terkait dengan dunia pers dan organisasi Muhammadiyah.
Momen ini menjadi refleksi bagi Haedar Nashir atas kontribusinya di bidang jurnalistik dan perjalanan panjangnya dalam menyuarakan informasi melalui media.