TIMESINDONESIA.MY.ID - Selama tiga dekade terakhir, lereng Gunung Everest menyajikan pemandangan yang memilukan, yakni keberadaan jenazah seorang pendaki yang membeku di ketinggian ekstrem. Sosok tak dikenal ini kemudian dijuluki 'Green Boots' karena sepatu gunung berwarna hijau cerah yang masih melekat di kakinya.
Keberadaan 'Green Boots' telah lama menjadi penanda geografis informal di salah satu jalur pendakian paling berbahaya di dunia. Pemandangan ini menjadi saksi bisu keganasan alam dan risiko yang dihadapi para pendaki.
Kini, setelah penantian selama 30 tahun, muncul harapan untuk memulangkan jenazah 'Green Boots' ke tanah kelahirannya di India. Perjuangan untuk mengevakuasi jasad dari ketinggian yang mengancam nyawa terus diupayakan oleh berbagai pihak.
"Selama tiga dekade, sebuah pemandangan tragis menghiasi lereng Gunung Everest. Jenazah seorang pendaki terbaring membeku, menjadi saksi bisu keganasan alam di ketinggian ekstrem," demikian narasi yang menggambarkan situasi tersebut.
Sosok yang tak bernama ini kemudian dikenal luas dengan julukan 'Green Boots', merujuk pada sepatu gunung berwarna hijau terang yang masih melekat di kakinya. Julukan ini menjadi identitasnya yang dikenal para pendaki.
Keberadaannya menjadi semacam penanda geografis informal di jalur pendakian yang berbahaya. Banyak pendaki yang melintasi jalur tersebut mengenali dan bahkan berinteraksi secara visual dengan keberadaan jenazah ini.
Kini, setelah penantian panjang selama 30 tahun, ada harapan baru bagi jenazah 'Green Boots' untuk akhirnya dipulangkan ke tanah kelahirannya di India. Upaya pemulangan ini menjadi perhatian banyak pihak yang peduli.
Perjuangan untuk mengembalikan jasad ini dari ketinggian yang mematikan terus diupayakan. Proses evakuasi di Everest dikenal sangat sulit dan penuh risiko, membutuhkan perencanaan matang serta sumber daya yang memadai.
Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, misteri selama tiga dekade mengenai jenazah pendaki yang dijuluki 'Green Boots' di Gunung Everest kini mulai terkuak. Upaya pemulangan jenazah ke India sedang digencarkan.