TIMESINDONESIA.MY.ID - Stasiun Kereta Api Gunung Putri di Bogor, Jawa Barat, saat ini masih dalam kondisi nonaktif. Kondisi ini menimbulkan harapan besar di kalangan warga sekitar agar stasiun tersebut dapat segera dioperasikan kembali.
Aktivitas warga yang membutuhkan akses transportasi publik, khususnya kereta api, menjadi salah satu pertimbangan utama. Pengaktifan kembali stasiun ini diharapkan dapat menyederhanakan mobilitas sehari-hari.
Salah satu warga yang merasakan dampak langsung dari kondisi ini adalah Nurhayati (65). Beliau mengungkapkan bahwa lokasi Stasiun Gunung Putri lebih dekat dengan kediamannya dibandingkan stasiun lain yang saat ini ia gunakan.
Saat ini, Nurhayati dan warga lainnya terpaksa menempuh perjalanan lebih jauh untuk dapat naik Kereta Rel Listrik (KRL) menuju Jakarta. Stasiun Nambo menjadi alternatif utama meski jaraknya tidak seideal yang diharapkan.
"Mudah-mudahan cepat dibangun, kita naik kereta jadi gampang dekat nggak harus ke Nambo," ujar Nurhayati pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pernyataan ini mencerminkan aspirasi mayoritas warga yang mendambakan kemudahan akses.
Kondisi stasiun yang nonaktif ini secara tidak langsung membatasi pilihan transportasi bagi masyarakat. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai potensi yang belum tergali dari aset transportasi publik yang ada di wilayah tersebut.
Pengaktifan kembali Stasiun Gunung Putri tidak hanya akan memberikan kemudahan bagi warga sekitar, tetapi juga berpotensi meningkatkan geliat ekonomi lokal. Akses yang lebih baik seringkali berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa.
Pertimbangan mengenai usulan pengaktifan kembali stasiun ini perlu menjadi perhatian serius dari pihak terkait. Analisis mengenai kebutuhan masyarakat dan studi kelayakan teknis menjadi langkah awal yang krusial.
Harapan warga Gunung Putri untuk memiliki akses transportasi publik yang lebih dekat dan efisien kini menjadi sorotan. Pengaktifan kembali stasiun ini diharapkan dapat segera terwujud demi kenyamanan dan kemudahan mobilitas masyarakat.