TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah video yang viral di media sosial baru-baru ini menampilkan sebuah kreasi kuliner tak biasa yang dilakukan oleh seorang penjual leker. Ia berinovasi dengan memodifikasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya dikonsumsi secara utuh.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat proses kreatif di mana lauk pauk dan sayuran dari paket MBG diubah menjadi isian leker. Menu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi ini kemudian dimasukkan ke dalam adonan kulit leker yang tipis.

Proses modifikasi ini tidak berhenti pada pengisian saja. Sang penjual leker melanjutkan dengan penambahan berbagai saus dan bumbu lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan cita rasa jajanan leker hasil kreasi uniknya ini.

Kreasi tak lazim yang dibagikan secara daring ini sontak memicu berbagai macam reaksi dan komentar dari para pengguna media sosial. Beragam pandangan muncul, mulai dari kekaguman hingga kekhawatiran.

Perdebatan sengit pun tak terhindarkan di kalangan warganet mengenai dampak dari modifikasi menu MBG tersebut terhadap nilai gizinya. Banyak yang mempertanyakan apakah nutrisi yang terkandung masih optimal setelah diolah sedemikian rupa.

"Kreasi ini memang menarik perhatian dari sisi inovasi kuliner," ujar seorang pengamat kuliner yang enggan disebutkan namanya, menanggapi fenomena tersebut. Ia menambahkan bahwa kreativitas semacam ini seringkali muncul dari kalangan pedagang kecil.

Namun, dari sudut pandang kesehatan, modifikasi panganan yang tadinya sudah dirancang untuk kebutuhan gizi spesifik ini menimbulkan pertanyaan. Para ahli gizi pun mulai memberikan penilaian mereka terhadap fenomena yang tengah menjadi sorotan ini.

Mengenai potensi perubahan kandungan gizi, seorang ahli gizi yang dihubungi memaparkan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa proses pengolahan dan penambahan bumbu bisa saja memengaruhi komposisi nutrisi awal dari menu MBG tersebut.

"Setiap penambahan bahan atau perubahan cara memasak dapat mengubah profil nutrisi dari makanan aslinya," jelas ahli gizi tersebut, yang identitasnya dirahasiakan demi objektivitas pemberitaan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan gizi.