TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden tak terduga mewarnai kemeriahan karnaval Hari Kemerdekaan ke-77 di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sebuah mobil ambulans dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madising dilaporkan menyenggol seorang anak kecil yang tengah asyik menonton pawai.

Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial, memicu perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, terlihat mobil ambulans dikerumuni oleh sejumlah warga setelah insiden tersebut terjadi.

Sebagian warga yang menyaksikan kejadian itu menunjukkan ekspresi emosi. Terdengar suara teriakan yang ditujukan kepada sopir ambulans yang berada di dalam kendaraan.

Situasi semakin memanas ketika diduga ada oknum dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang ikut terlibat. Oknum tersebut dilaporkan sempat memberikan pukulan ke wajah sopir ambulans.

Menanggapi kejadian tersebut, sopir ambulans yang diketahui bernama Ollas memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa saat itu sedang dalam kondisi darurat membawa pasien yang membutuhkan penanganan segera.

"Tadi (kemarin) kejadiannya (menyenggol anak) saya sedang bawa pasien gawat dan perlu secepatnya ditangani," ujar Ollas kepada wartawan. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan yang dilansir dari detikSulsel, Kamis (12/8/2026).

Menurut Ollas, mobil ambulans tersebut memang diberikan jalan untuk lewat oleh petugas karena statusnya yang sedang membawa pasien dalam kondisi kritis. Namun, situasi berubah mendadak ketika anak-anak yang menonton karnaval tiba-tiba menyeberang jalan.

"Saya sedang bawa pasien gawat dan perlu secepatnya ditangani," kata Ollas, menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya. Keterangan ini kembali ditegaskan oleh sopir ambulans tersebut.

Peristiwa ini menyoroti dilema yang dihadapi petugas medis, terutama saat menjalankan tugas dalam kondisi darurat di tengah keramaian publik. Pentingnya kesadaran dari masyarakat untuk memberikan prioritas penuh kepada kendaraan ambulans sangatlah krusial.