TIMESINDONESIA.MY.ID - Menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi bangsa, sekelompok intelektual lintas disiplin berkumpul untuk merumuskan sebuah manifesto. Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD) menjadi wadah bagi para pemikir ini untuk menyuarakan keresahan mereka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Tokoh-tokoh terkemuka seperti Theddeus Prasetyono, Bivitri Susanti, Asfinawati, Premana Premadi, Okky Madasari, Manneke Budiman, Susi Dwi Harijanti, Ari Sujito, Wening Udasmoro, Usman Hanan, dan Sulistyowati Irianto menjadi bagian dari inisiatif penting ini. Keberagaman latar belakang keilmuan mereka menunjukkan komitmen untuk mencari solusi komprehensif.

Acara pengumuman manifesto ini diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Kamis, 13 Agustus 2026. Momen ini menjadi penanda dimulainya perjuangan kolektif untuk mewujudkan cita-cita konstitusi Indonesia.

FIAD secara tegas menyatakan bahwa manifesto ini diperuntukkan bagi terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, berdaulat, dan berkelanjutan. Visi ini menjadi landasan utama bagi segala upaya pembaruan yang mereka gagas.

"Manifesto ini memandang bahwa pembaharuan Indonesia memerlukan pendekatan lintas disiplin dan praktik lintas sektoral yang dilakukan dalam jangka panjang," ujar FIAD dalam pernyataan terbukanya pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan strategi jangka panjang.

Menurut pandangan FIAD, krisis yang tengah melanda Indonesia saat ini bukanlah fenomena baru. Krisis tersebut merupakan akibat dari akumulasi masalah dalam tata kelola negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Manifesto ini memandang bahwa pembaharuan Indonesia memerlukan pendekatan lintas disiplin dan praktik lintas sektoral yang dilakukan dalam jangka panjang," ujar FIAD dalam pernyataan terbukanya, Kamis (13/8/2026). Pernyataan ini menekankan bahwa solusi atas permasalahan bangsa membutuhkan perspektif yang luas dan tindakan yang berkelanjutan.

FIAD memandang, krisis yang dialami Indonesia merupakan akibat tata kelola negara yang telah berkembang selama bertahun-tahun. Pandangan ini menjadi dasar bagi mereka untuk mengusulkan perbaikan struktural yang mendalam.

Dikutip dari Kompas.com, forum ini berupaya mendorong sebuah pembaharuan yang holistik, melibatkan berbagai elemen masyarakat dan sektor. Pendekatan yang digagas FIAD diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi masa depan bangsa.