TIMESINDONESIA.MY.ID - Upaya penyelesaian konflik yang melibatkan keluarga Keisya Levronka melalui jalur mediasi dilaporkan tidak membuahkan hasil positif. Proses perundingan tersebut berakhir tanpa tercapainya kesepakatan yang diharapkan.

Hal ini menandakan bahwa mediasi yang tadinya diharapkan menjadi solusi damai kini menemui jalan buntu atau deadlock. Tidak adanya titik temu membuat persoalan ini harus beranjak ke tahap selanjutnya.

Dengan tidak tercapainya kesepakatan dalam forum mediasi, maka perkara ini akan berlanjut ke tahap persidangan. Tahapan ini menjadi langkah hukum yang harus ditempuh ketika negosiasi gagal mencapai titik temu.

Pihak keluarga Keisya Levronka telah menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi proses hukum yang akan bergulir. Pernyataan ini menunjukkan tekad mereka dalam menghadapi kelanjutan perkara ini.

"Sayangnya, mediasi yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan justru berakhir tanpa titik temu," ujar salah satu perwakilan keluarga Keisya Levronka. Pernyataan ini mengkonfirmasi kebuntuan dalam negosiasi.

"Jalannya perundingan dilaporkan menemui jalan buntu atau deadlock," tambahnya, menjelaskan situasi sulit yang dihadapi dalam forum mediasi tersebut.

Keluarga Keisya Levronka kini tengah mempersiapkan amunisi bukti yang akan diajukan dalam persidangan di kampus. Persiapan ini merupakan bagian dari strategi mereka untuk menghadapi proses hukum.

Kesiapan keluarga Keisya Levronka untuk berhadapan dengan persidangan ini menandakan bahwa mereka siap memperjuangkan hak dan argumen mereka melalui jalur formal.

Seluruh proses ini akan terus dipantau perkembangannya seiring dengan dimulainya tahapan persidangan di kampus terkait kasus yang melibatkan Keisya Levronka.