TIMESINDONESIA.MY.ID - Jalan tol yang selama ini dikenal sebagai urat nadi mobilitas darat antar kota, kini berpotensi memiliki peran strategis yang berbeda. Fungsi utamanya sebagai jalur transportasi kendaraan diperluas untuk mendukung kekuatan pertahanan udara nasional.

TNI Angkatan Udara (AU) tengah melakukan persiapan untuk mengubah sebagian ruas jalan tol menjadi landasan pacu darurat. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai skenario, terutama dalam kondisi darurat atau kontingensi.

Persiapan ini secara spesifik tengah digagas dan disiapkan oleh TNI AU di salah satu ruas jalan tol yang berlokasi di wilayah Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan taktis dan strategis untuk mendukung operasi penerbangan militer.

Fungsi baru jalan tol ini diproyeksikan sebagai landasan pacu alternatif. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi solusi krusial dalam mendukung kelancaran operasi penerbangan TNI AU, terutama ketika landasan pacu utama tidak dapat digunakan akibat berbagai kendala.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, memberikan keterangan mengenai rencana tersebut. Ia mengonfirmasi adanya persiapan yang sedang berjalan untuk mengoptimalkan fungsi jalan tol bagi kepentingan militer.

"Rencana itu kini disiapkan TNI Angkatan Udara (AU) di salah satu jalan tol di Jawa Timur," ujar Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.

Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana juga menjelaskan tujuan utama dari persiapan ini. Ia menekankan bahwa jalan tol tersebut akan menjadi runway alternatif untuk mendukung operasi penerbangan TNI AU, terutama dalam kondisi kontingensi.

"Jalan tol tersebut diproyeksikan menjadi runway alternatif untuk mendukung operasi penerbangan TNI AU, terutama dalam kondisi kontingensi," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana belum memberikan informasi lebih rinci mengenai lokasi spesifik jalan tol yang dimaksudkan untuk dijadikan landasan pacu darurat tersebut.