TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menyergap sebuah kapal yang diduga kuat akan menyelundupkan narkotika jenis ketamin dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia.

Kapal yang menjadi target operasi ini diketahui berbendera Tanzania dan berhasil dihentikan di perairan strategis di utara Pulau Bintan. Penangkapan ini merupakan puncak dari upaya penegakan hukum yang terkoordinasi.

Adapun kapal yang disergap tersebut memiliki riwayat perubahan identitas yang kompleks. Awalnya, kapal ini bernama Chin Cun No. 12 dengan bendera Vanuatu, yang kemudian berganti nama menjadi Kapal Fude dan bertransformasi dari kapal penangkap ikan menjadi kapal kargo yang mengibarkan bendera Tanzania.

Saat ini, kapal tersebut beroperasi dengan nama MV King Sun dan teridentifikasi sebagai kapal kargo berbendera Tanzania. Perubahan identitas ini diduga kuat dilakukan untuk mengelabui petugas keamanan laut.

"Kapal MV King Sun tersebut merupakan kapal penangkap ikan dengan nama Chin Cun No. 12 berbendera Vanuatu, lalu berganti nama menjadi Kapal Fude dan berganti tipe menjadi kapal kargo berbendera Tanzania. Saat ini kapal tersebut menggunakan nama MV King Sun dengan tipe Kapal Kargo berbendera Tanzania," demikian informasi yang diperoleh dari sumber berita.

Penindakan tegas ini terjadi pada hari Kamis, 6 Agustus 2026. Lokasi penyergapan spesifiknya berada di perairan utara Berakit, Bintan, sebuah wilayah yang kerap menjadi jalur pelayaran.

Operasi ini berawal dari informasi intelijen internasional yang sangat berharga. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menerima laporan awal dari otoritas Thailand pada Mei 2026.

Informasi tersebut kemudian diperkuat dengan data intelijen yang diterima dari Taiwan Coast Guard melalui Bareskrim Polri pada awal Agustus 2026, menunjukkan adanya pergerakan mencurigakan.

Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Patroli Laut Bea Cukai dan KRI Kerambit-627 menjadi garda terdepan dalam melakukan penyergapan terhadap MV King Sun di perairan tersebut.