TIMES INDONESIA — Ajang pameran budaya dan industri halal Korea Selatan terbesar di Asia Tenggara, K-Halal Universe 2026, resmi ditutup dengan torehan prestasi spektakuler. Selama empat hari penyelenggaraan yang berlangsung di kawasan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, gelaran megah ini mencatatkan rekor jumlah kunjungan mencapai lebih dari 500 ribu orang. Lonjakan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap gelombang budaya Korea (Hallyu) yang berpadu selaras dengan jaminan gaya hidup halal menjadi pendorong utama meledaknya angka partisipasi publik dalam perhelatan akbar tahunan ini.
Keberhasilan K-Halal Universe 2026 tidak hanya diukur dari sesaknya lautan pengunjung yang memadati lima hall utama JIExpo, melainkan juga dari dampak ekonomi nyata yang dihasilkan. Pameran yang mempertemukan ratusan produsen asal Negeri Ginseng dengan konsumen serta pelaku bisnis Indonesia ini berhasil membukukan nilai transaksi bisnis ke bisnis (B2B) serta penjualan langsung (B2C) yang menembus angka triliunan rupiah. Fenomena ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar potensial sekaligus pusat konsumen produk halal global yang amat diperhitungkan oleh pelaku industri internasional.
Direktur Pelaksana K-Halal Universe 2026, Park Hyun-woo, dalam konferensi pers penutupan pameran menyatakan rasa terharu dan apresiasinya yang mendalam atas sambutan hangat publik Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, kolaborasi antara tren gaya hidup Korea dan prinsip kehalalan telah melampaui ekspektasi awal panitia. "Kami melihat adanya pergeseran paradigma yang sangat positif. Konsumen di Indonesia tidak hanya mencari produk Korea yang autentik dan berkualitas tinggi, tetapi juga menuntut kepastian status halal yang terjamin. K-Halal Universe hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut secara transparan dan akuntabel," ujar Park kepada para awak media.
Rangkaian acara yang disajikan selama gelaran K-Halal Universe 2026 dirancang sangat komprehensif, mencakup berbagai sektor industri kreatif dan manufaktur. Zona kuliner (K-Food) menjadi area yang paling mendominasi perhatian pengunjung. Berbagai kudapan populer seperti tteokbokki, kimchi, ramyeon, hingga daging panggang Korea (K-BBQ) disajikan dengan racikan bahan-bahan yang telah mengantongi sertifikasi halal resmi. Penyelenggara memastikan bahwa seluruh bahan baku, rantai pasok, hingga proses pengolahan yang dipamerkan di ajang ini telah memenuhi standar kriteria kehalalan yang ditetapkan oleh otoritas terkait di Korea Selatan maupun Indonesia.
Tidak kalah memikat, sektor kecantikan dan perawatan kulit (K-Beauty) juga memikat puluhan ribu pengunjung setiap harinya. Sejumlah merek kosmetik ternama asal Seoul memamerkan formulasi ramah Muslim, seperti produk vegan, bebas alkohol, serta tersertifikasi halal. Para pakar kecantikan asal Korea turut dihadirkan untuk memberikan demonstrasi perawatan kulit serta konsultasi gratis mengenai bahan-bahan kosmetik yang aman dan halal. Hal ini membuktikan bahwa tren glass skin khas Korea kini semakin inklusif dan dapat dinikmati oleh konsumen Muslim tanpa rasa ragu.
Penyelenggaraan K-Halal Universe 2026 juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekonomi kreatif dan perdagangan. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia, yang turut hadir meninjau lokasi pameran, menyambut baik komitmen para pelaku usaha Korea dalam mematuhi regulasi wajib halal di Indonesia. Sinergi antara lembaga sertifikasi halal Korea (KMF) dengan BPJPH melalui kesepakatan pengakuan saling (Mutual Recognition Agreement) dinilai menjadi kunci utama yang mempermudah masuknya produk-produk Korea berkualitas ke pasar domestik.
Sektor ekonomi makro turut merasakan dampak positif dari perhelatan skala internasional ini. Pengamat ekonomi industri dari Universitas Indonesia, Dr. Farhan Ramadhan, menilai bahwa suksesnya K-Halal Universe 2026 menunjukkan ketahanan daya beli masyarakat terhadap produk-produk gaya hidup berkualitas. "Ini bukan sekadar fenomena konsumerisme Hallyu belaka, melainkan bentuk integrasi rantai pasok global halal. Ketika industri Korea mampu beradaptasi dengan standar halal Indonesia, terjadi transfer teknologi, investasi, dan potensi kemitraan strategis dengan UMKM lokal yang memasok bahan baku halal," tutur Farhan dalam analisisnya.
Selain pameran produk, atmosfer K-Halal Universe 2026 kian meriah berkat kehadiran zona interaktif berbasis teknologi tinggi. Pengunjung dapat menikmati pengalaman imersif teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yang mensimulasikan wisata kuliner halal di berbagai kota di Korea Selatan, seperti Seoul, Busan, dan Jeju. Pertunjukan seni budaya gabungan, seperti kolaborasi tarian tradisional Korea dengan musik musik instrumen nusantara, serta penampilan penutup dari sejumlah grup idola K-Pop ternama yang membawakan pesan ramah budaya Muslim, makin menyempurnakan kemeriahan acara tersebut.
Salah seorang pengunjung asal Bandung, Rina Setyowati (28), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk berburu produk kecantikan dan kuliner khas Korea yang sulit didapatkan di supermarket biasa. "Dulu kalau mau beli produk kecantikan atau jajanan Korea harus ekstra hati-hati mengecek komposisinya satu per satu. Di K-Halal Universe ini kami merasa sangat nyaman dan tenang karena seluruh tenant sudah terverifikasi halal. Pilihan produknya sangat banyak dan harganya juga bersaing," ungkap Rina saat ditemui di lokasi pameran.