TIMESINDONESIA.MY.ID - Kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia dilaporkan mengalami penurunan signifikan akibat kabut asap. Kondisi ini menjadi sorotan media di Negeri Jiran, terutama seiring pergerakan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia.

Peristiwa ini menyoroti dampak lintas batas dari musibah kebakaran yang kerap terjadi di Indonesia. Asap yang dihasilkan dari upaya pemadaman yang masih berlangsung di Kalimantan terpantau bergerak ke arah negara tetangga.

Media ternama Malaysia, The Star, seperti yang teramati pada Rabu (12/8/2026), melaporkan adanya peningkatan tajam pada indeks polusi udara (API). Tercatat ada 10 area di Malaysia yang masuk dalam kategori tidak sehat.

Dari sepuluh wilayah tersebut, mayoritas berada di negara bagian Sarawak. Ini menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi salah satu penerima dampak langsung dari kabut asap yang berasal dari Indonesia.

Peningkatan API di Sarawak ini menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat setempat. Kondisi udara yang memburuk dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Kebakaran hutan dan lahan sendiri merupakan fenomena yang kompleks dengan berbagai faktor penyebabnya. Upaya penanganan dan pencegahan terus dilakukan oleh pihak berwenang di Indonesia.

Namun, pergerakan asap yang melintasi batas negara menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama regional dalam menangani masalah lingkungan seperti ini.

Dikutip dari The Star, "terdapat 10 wilayah di Malaysia yang mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat."

Lebih lanjut, media tersebut juga mengemukakan bahwa, "sembilan di antaranya berada di Sarawak."