TIMESINDONESIA.MY.ID - Jumlah penduduk Indonesia terus mengalami pembaruan dan tercatat telah menembus angka 290,12 juta jiwa pada pertengahan tahun 2026. Data kependudukan terbaru ini mencatatkan adanya lonjakan populasi yang cukup konsisten dalam kurun waktu satu semester terakhir. Dikutip dari CNN Indonesia, statistik resmi tersebut disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Dalam Negeri dalam agenda Rakornas Dukcapil di Jakarta.
"Per 30 Juni 2026 atau per Semester I 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat sudah mencapai 290.125.073 jiwa," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Teguh Setyabudi.
Jika dibandingkan dengan data pada Semester II tahun 2025 yang berada di angka 288.315.089 jiwa, terjadi penambahan sekitar 1,8 juta jiwa. Pertumbuhan ini mencerminkan dinamika demografi nasional yang terus bertambah secara stabil dari waktu ke waktu.
"Rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia berkisar di angka 1,7 juta jiwa pada setiap semestrinya, yang didapatkan dari perhitungan angka kelahiran bersih dikurangi angka kematian," ujar Teguh Setyabudi.
"Terdapat tren kenaikan berlanjut jika melihat perbandingan kurun waktu satu tahun terakhir, mulai dari angka 286 juta jiwa hingga kini menyentuh 290,1 juta jiwa pada Juni ini," jelas Teguh Setyabudi.
Berdasarkan rincian jenis kelamin, data Kemendagri menunjukkan bahwa populasi pria di Indonesia masih lebih dominan ketimbang wanita. Jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 146.402.289 jiwa, sedangkan populasi perempuan berada pada angka 143.722.784 jiwa.
Dari segi sebaran wilayah, Provinsi Jawa Barat masih menempati posisi teratas sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Tanah Air. Total warga yang mendiami wilayah Jawa Barat kini mencapai 52.211.020 jiwa, kemudian disusul oleh Jawa Timur di posisi kedua dengan 42.226.212 jiwa.
Sementara itu, Provinsi Papua Barat mencatatkan jumlah pemukim paling sedikit secara nasional, yakni sebanyak 588.491 jiwa. Pembaruan data kependudukan ini menjadi acuan krusial bagi pemerintah dalam merencanakan alokasi pembangunan serta layanan publik ke depannya.