TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyalurkan bantuan tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan oleh para korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini diserahkan langsung kepada ahli waris di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Bantuan yang disalurkan oleh Kemendagri ini memiliki nilai sebesar Rp15 juta untuk setiap jiwa yang gugur dalam peristiwa gempa tersebut. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril serta materiil kepada keluarga yang terdampak musibah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara langsung memimpin penyerahan santunan tersebut. Beliau didampingi oleh pejabat tinggi lainnya yang turut hadir di lokasi yang terkena dampak paling parah dari bencana alam ini.
Turut mendampingi Mendagri dalam penyerahan tali asih ini adalah Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii. Kehadiran pimpinan Basarnas menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menangani dampak bencana.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, juga turut serta dalam rombongan yang menyalurkan bantuan. Keikutsertaan pimpinan daerah setempat menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian penuh kepada warganya yang berduka.
"Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp 15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat pada keluarganya," demikian pernyataan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Pernyataan ini menegaskan besaran santunan yang diberikan oleh Kemendagri.
Selain dari Kementerian Dalam Negeri, pemerintah pusat juga memberikan perhatian lebih lanjut melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos juga turut menyalurkan santunan dengan jumlah yang sama untuk setiap korban yang meninggal dunia.
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Tanggal ini dipilih untuk memastikan bantuan segera sampai kepada pihak yang membutuhkan di tengah situasi pasca-gempa.
Lokasi penyerahan santunan terfokus di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Wilayah ini diidentifikasi sebagai area yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa, sehingga menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan.