TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tengah memfokuskan upaya serius untuk menghidupkan kembali Indonesia Game Rating System (IGRS). Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memberikan panduan yang jelas bagi perkembangan industri permainan digital di Tanah Air.

Sistem peringkat game ini diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam mengatur dan mengarahkan pertumbuhan ekosistem game di Indonesia. Kemenkomdigi bertekad untuk mewujudkan sistem ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Adapun tujuan utama dari pengembangan IGRS ini adalah untuk memberikan panduan yang jelas bagi industri permainan digital. Hal ini mencakup aspek konten, usia pengguna yang sesuai, serta potensi dampak permainan terhadap pemain.

"Upaya ini merupakan langkah strategis untuk memberikan panduan yang jelas bagi perkembangan industri permainan digital di Tanah Air," demikian pernyataan dari Kemenkomdigi, dikutip dari INFOTREN.ID.

Kemenkomdigi menargetkan bahwa sistem peringkat game lokal ini dapat rampung dan beroperasi secara penuh pada tahun 2026 mendatang. Target waktu ini menunjukkan komitmen kementerian dalam mempercepat implementasi IGRS.

Pengembangan IGRS ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menciptakan ekosistem game yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Sistem ini akan membantu melindungi konsumen, khususnya anak-anak dan remaja, dari konten yang tidak sesuai usia.

Dengan adanya sistem peringkat yang terstruktur, para pengembang game lokal juga akan memiliki acuan yang jelas dalam menciptakan produk mereka. Hal ini diharapkan dapat mendorong inovasi sekaligus menjaga kualitas konten yang beredar.

"Sistem peringkat game ini diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam mengatur dan mengarahkan pertumbuhan ekosistem game di Indonesia," demikian pernyataan Kemenkomdigi, dikutip dari INFOTREN.ID.

Kemenkomdigi bertekad untuk memastikan bahwa IGRS dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Ini termasuk pemain, pengembang, penerbit, hingga orang tua yang membutuhkan informasi akurat mengenai permainan.