TIMESINDONESIA.MY.ID - Makna kemerdekaan bangsa Indonesia seharusnya melampaui sekadar bebas dari cengkeraman penjajahan. Kemerdekaan yang sesungguhnya haruslah terwujud dalam peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat.

Hal ini berarti kemerdekaan harus membawa serta keadilan sosial, kesejahteraan yang merata, dan kehadiran negara yang nyata. Terutama, perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok masyarakat yang masih bergelut dengan kemiskinan dan keterlantaran.

"Kemerdekaan tidak cukup hanya kita rayakan. Kemerdekaan harus kita ukur dari sejauh mana rakyat merasakan kehadiran negara, terutama mereka yang paling membutuhkan perlindungan dan keberpihakan," ujar Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abidin Fikri.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Abidin Fikri saat dirinya menjadi narasumber dalam sebuah acara penting.

Lokakarya Kebangsaan Fraksi PDI Perjuangan MPR RI menjadi wadah bagi Abidin Fikri untuk menyampaikan pandangannya.

Acara yang diselenggarakan di Tangerang ini merupakan hasil kerja sama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI).

Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 19 Agustus tahun 2026.

Abidin Fikri mengungkapkan pandangannya pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, yang kemudian dikutip dari sumber berita.

Dikutip dari [Nama Media], Abidin Fikri menekankan bahwa esensi kemerdekaan adalah ketika negara hadir secara nyata bagi warganya.