TIMESINDONESIA.MY.ID - Perkembangan teknologi finansial di Indonesia kini memberikan solusi praktis bagi masyarakat yang ingin mempermudah proses investasi. Platform investasi multi-aset Pluang secara resmi memperkenalkan inovasi terbaru berupa fitur Pluang Agentic Trading di Jakarta.
Dikutip dari Infotren.id, terobosan ini menjadikan Pluang sebagai platform ritel terintegrasi dan teregulasi pertama di tanah air yang menghubungkan kecerdasan buatan secara langsung dengan akun portofolio aktif pengguna.
Fitur anyar tersebut mampu mengintegrasikan berbagai model asisten kecerdasan buatan terkemuka dunia ke dalam sistem transaksi harian. Pengguna dapat memilih untuk terhubung dengan ChatGPT dari OpenAI, Claude milik Anthropic, hingga Gemini dari Google.
Kehadiran inovasi ini menawarkan solusi nyata bagi investor ritel dalam menghemat waktu saat melakukan analisis pasar finansial. Investor kini dapat menjalankan riset mendalam mengenai berbagai aset investasi cukup dengan mengetikkan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari.
Selain mempermudah riset, fitur ini juga memberikan kemudahan praktis dalam pemantauan performa portofolio investasi secara real-time. Pengguna dapat meminta asisten AI untuk mengevaluasi kondisi aset serta memberikan ringkasan analisis secara cepat di jendela obrolan.
Kemudahan transaksi juga menjadi keunggulan utama dari penerapan teknologi instruksi bahasa alami ini. Investor dapat mengeksekusi perintah jual ataupun beli aset finansial secara langsung tanpa harus berpindah dari kolom obrolan.
Saat ini, layanan kecerdasan buatan tersebut masih berada dalam tahap Beta terbatas dengan menggunakan sistem daftar tunggu atau whitelist. Pengujian tahap awal ini dilakukan guna memastikan keamanan serta keandalan sistem sebelum diakses oleh masyarakat luas.
Perusahaan menargetkan fitur Pluang Agentic Trading dapat meluncur secara penuh untuk seluruh publik pada pertengahan Agustus 2026. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi cerdas bagi investor ritel dalam mengambil keputusan finansial yang lebih terukur.