TIMESINDONESIA.MY.ID - Stroke merupakan kondisi medis serius yang mengancam jiwa, dan salah satu faktor utamanya adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi ini secara umum terjadi ketika terjadi penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri.
Pembuluh darah arteri yang dimaksud adalah yang bertugas membawa pasokan darah kaya oksigen menuju otak. Plak yang terbentuk ini merupakan gabungan dari berbagai zat, dengan kolesterol sebagai komponen utamanya, yang perlahan mengeras seiring waktu.
Proses penumpukan plak ini dapat menyebabkan penyempitan pada lumen pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah yang menuju otak bisa mengalami hambatan yang signifikan.
Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, aliran darah tersebut dapat terputus sama sekali. Kondisi inilah yang menjadi pemicu utama terjadinya berbagai jenis stroke, termasuk stroke iskemik dan stroke hemoragik.
"Kondisi ini umumnya terjadi ketika ada penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri yang membawa darah ke otak," demikian penjelasan mengenai mekanisme dasar stroke akibat kolesterol tinggi.
Plak tersebut, menurut penjelasan, terbentuk dari berbagai zat, termasuk kolesterol, yang kemudian mengeras seiring waktu. Ini mengindikasikan proses jangka panjang yang perlu diwaspadai.
"Akibat penumpukan plak tersebut, aliran darah ke otak dapat menjadi terhambat atau bahkan terputus sama sekali," lanjut penjelasan mengenai dampak langsung dari penumpukan plak tersebut.
Hal ini yang kemudian memicu terjadinya stroke, baik iskemik maupun hemoragik. Keduanya adalah manifestasi serius dari terganggunya suplai darah ke otak.
Dikutip dari sumber asli, artikel ini menguraikan bagaimana kolesterol tinggi menjadi biang keladi utama yang meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.