TIMESINDONESIA.MY.ID - Ruben Onsu baru-baru ini mengungkapkan perasaan kerinduan yang mendalam terhadap anak-anaknya. Ungkapan ini muncul di tengah proses hukum terkait hak asuh yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perasaan ini timbul menyusul dinamika kehidupan yang berubah signifikan sejak perceraiannya dengan Sarwendah pada tahun 2024. Kehidupan sehari-hari Ruben bersama kedua buah hatinya tidak lagi sama seperti dahulu.

Hal paling sederhana yang paling dirindukan oleh Ruben Onsu adalah momen ketika anak-anaknya memanggilnya dengan sebutan "Ayah". Panggilan tersebut memiliki makna emosional yang sangat dalam baginya.

"Hal paling sederhana yang paling dirindukan Ruben Onsu adalah momen ketika anak-anaknya memanggilnya dengan sebutan 'Ayah'," ungkapnya, menyoroti betapa berartinya sapaan tersebut.

Sejak proses perceraiannya dengan Sarwendah resmi berjalan di tahun 2024, Ruben mengakui adanya perubahan besar dalam rutinitas kebersamaannya dengan anak-anak. Ia tidak lagi merasakan keintiman yang sama seperti sebelum masa-masa sulit ini.

Proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadi latar belakang utama munculnya ungkapan kerinduan dari ayahanda dua anak ini. Situasi ini jelas memengaruhi pola interaksinya dengan buah hati.

"Sejak perceraiannya dengan Sarwendah pada tahun 2024, Ruben Onsu mengakui bahwa dinamika kehidupannya bersama anak-anak telah berubah secara signifikan," demikian pernyataan yang beredar mengenai situasi yang dialaminya.

Perubahan ini membuatnya tidak dapat lagi menikmati momen-momen kebersamaan yang dulu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Momen-momen sederhana kini terasa begitu berharga dan langka.

Ia merindukan kehangatan dan kepolosan anak-anaknya dalam interaksi sehari-hari. Panggilan "Ayah" menjadi simbol koneksi emosional yang ia rasakan sangat mendalam.