TIMESINDONESIA.MY.ID - JAKARTA – Menjelang upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara pada Senin (17/8/2026), Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia secara khusus menyoroti arti krusial dari persatuan bangsa.

Pesan yang paling pentingnya adalah persatuan, karena modal kita merdeka juga adalah daerah-daerah yang memang berikrar bersatu," ujar Sultan Bachtiar Najamudin. Pernyataan ini disampaikan beliau saat ditemui awak media sebelum acara kenegaraan tersebut dimulai.

Menurut pandangan Ketua DPD RI, persatuan bangsa merupakan fondasi utama yang memungkinkan Indonesia untuk tetap eksis hingga saat ini. Kekuatan kolektif ini telah teruji oleh waktu dan menjadi pilar penting bagi keberlangsungan negara.

"Hari ini kita masih eksis, dan modal persatuan itulah yang harus kita pertahankan dalam membangun negara sebesar kita, di tengah guncangan-guncangan yang selalu datang setiap saat," tutur Sultan Bachtiar Najamudin.

Ia menambahkan bahwa pentingnya menjaga persatuan semakin terasa di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Dinamika internasional yang terus berubah menuntut adanya kekompakan di dalam negeri.

"Pesan yang paling pentingnya adalah persatuan, karena modal kita merdeka juga adalah daerah-daerah yang memang berikrar bersatu," kata Sultan Bachtiar Najamudin.

Ketua DPD RI menekankan bahwa Indonesia lahir dari ikrar persatuan berbagai daerah. Oleh karena itu, menjaga ikatan tersebut adalah sebuah keharusan demi keutuhan bangsa.

"Modal persatuan itulah yang harus kita pertahankan dalam membangun negara sebesar kita, di tengah guncangan-guncangan yang selalu datang setiap saat," ujar Sultan Bachtiar Najamudin.

Beliau menggarisbawahi bahwa persatuan adalah kunci agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global yang kerap datang silih berganti.