TIMESINDONESIA.MY.ID - Fenomena kuliner unik tengah menjadi sorotan di ranah digital, di mana olahan dari umbi kimpul muncul sebagai bintang perbincangan hangat. Beragam kreasi makanan inovatif kini bermunculan, menyulap kimpul menjadi hidangan yang menggugah selera.
Kimpul, yang termasuk dalam keluarga talas-talasan (Araceae), sejatinya merupakan kekayaan pangan asli Indonesia dengan potensi gizi yang luar biasa. Kehadirannya kini semakin disadari sebagai sumber pangan bernutrisi yang bisa diandalkan.
Fenomena viral ini tidak lepas dari kemampuan kimpul untuk diolah menjadi variasi kuliner yang kreatif. Mulai dari tekstur menyerupai mashed potato yang lembut, hingga bahkan hidangan pedas seperti seblak yang tak kalah lezat.
Pakar gizi terkemuka dari Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh SKM MKes, turut memberikan pandangan mendalam mengenai potensi umbi lokal ini. Analisisnya menyoroti peran krusial kimpul dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
Beliau menekankan pentingnya kimpul sebagai sumber karbohidrat yang dapat menjadi alternatif pengganti nasi. "Kimpul memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan utama pengganti nasi, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif karbohidrat yang lebih beragam," ujar Lailatul Muniroh.
Analisis gizi lebih lanjut dari Lailatul Muniroh juga mengungkap bahwa kimpul kaya akan berbagai nutrisi penting. Kandungan gizi ini menjadikannya pilihan yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari.
"Di balik popularitasnya yang mendadak, kimpul merupakan kekayaan pangan lokal Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bernutrisi," jelas Lailatul Muniroh.
Pemanfaatan kimpul dalam berbagai kreasi kuliner modern menunjukkan fleksibilitasnya di dapur. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan mengonsumsi umbi lokal ini.
"Tanaman ini termasuk dalam keluarga talas-talasan (Araceae) dan memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bernutrisi," tambahnya.