TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemanfaatan dana zakat kini semakin luas dampaknya bagi masyarakat luas. Tidak sekadar membantu biaya pendidikan, dana tersebut kini menjadi motor penggerak untuk pengembangan potensi diri sekaligus pemberdayaan ekonomi umat.
Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini terlihat pada sosok Dini Fuadillah Sofyan. Ia merupakan salah satu penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) dari Dompet Dhuafa angkatan ketiga yang berasal dari Palembang.
Dikutip dari KOMPAS.com, Dini kini telah berhasil mengembangkan unit usahanya sendiri. Bahkan, ia sukses membangun ekosistem pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 1.000 orang di sekitarnya.
"Dana zakat yang dikelola untuk pemberdayaan tidak hanya membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan memberdayakan masyarakat," ujar Dini Fuadillah Sofyan.
Perjalanan kemandirian Dini dalam dunia bisnis sebenarnya sudah tertanam sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Bakat berdagang tersebut mulai terasah saat ia membantu sang ayah melakukan negosiasi penjualan alat komunikasi.
Momen tersebut terjadi saat ayahnya mengalami musibah pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sebuah perusahaan telekomunikasi. Kondisi sulit itulah yang memicu semangat Dini untuk belajar bertahan dan mencari peluang ekonomi sejak dini.
"Hal itu tecermin dari perjalanan Dini Fuadillah Sofyan, penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) Dompet Dhuafa angkatan ketiga dari Palembang," kata Dini Fuadillah Sofyan.
Kesuksesan Dini membuktikan bahwa pendidikan yang didukung oleh program zakat dapat mencetak individu yang tidak hanya berdaya secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan. Kini, dampak positif dari program tersebut terus meluas melalui langkah konkret yang dilakukan Dini.